Sejarah Petilasan Gajah Ngambung Desa Cibuntu



           Petilasan Gajah Ngambung Terletak di dusun Paksilaur, Desa Cibuntu, Kec. Cigandamekar, Kab. Kuningan Jawa Barat. Petilasan ini terletak di atas bukit dengan pemandangan yang begitu indah, petilasan ini juga sering dikunjungi banyak orang untuk berziarah ke makam yang ada di petilasan tsb.
            Di petilasan Gajah Ngambung terdapat 4 makam yaitu:
1. Syaikh Ahmad bin Muhammad (Guru)
2. Syaikh Abdurahman (Kerabat Guru)
3. Nyi Arum Sari (Adik Prabu Bentang Ayunan)
4. Raden Arya Bobot (Adik Ipar)
           Ada cerita sejarah dari petilasan Gajah Ngambung tentang penyebaran Islam diwilayah Jawa Barat, juga ada cerita tentang Prabu Bentang Ayunan dan cerita Nyi Arum Sari.
Bersumber dari Cerita Rakyat Kanci/Cibuntu: Sejarah Kanci Bentang Ayunan.
          Cerita rakyat tentang legenda rakyat kanci tentang Bentang Ayunan/Prabu Bentang Ayunan/Ki Geden Kanci. Beliau adalah tokoh legenda/cerita rakyat Kanci sebagai pemimpin dipedukuhan Kanci. Masa hidup beliau kurang lebih sekitar tahun sebelum Mbah Kuwu sangkan membabat alas caruban, beliau adalah seorang pendekar yang gagah berani yang selalu membela kebenaran dan keadilan untuk rakyat Kanci dan sekitarnya, beliau hidup pada masa kerajaan Japura (Prabu Amuk Marugul) dan kerajaan Hindu Padjajaran (Prabu Dewata Niskala/Prabu Wangi/Prabu Siliwangi) lebih di kenal oleh masyarakat dengan sebutan Siliwangi.
Beliau beragama muslim guru agama islam beliau datang dari negara sebrang timur lebih tepatnya menurut cerita dari negara Baghdad nama guru beliau adalah Syaikh Ahmad bin Muhamad al Baghdadi beliau di utus oleh teman seperjuangan dalam menyebarkan agama islam yaitu Syaikh Nur Djati (tokoh perintis dakwah Islam di wilayah Cirebon) yang pesantrennya terletak di daerah amparan Gunung Jati.
Bentang Ayunan ditugaskan oleh Eyang Prabu Siliwangi untuk menjaga daerah perbatasan antara wilayah Padjajaran dengan Japura sedangkan Syaikh Ahmad bin Muhamad berperan untuk mengislamkan masyarakat perbatasan dan juga tokoh-tokohnya termasuk Ki Geden Kanci/Prabu Betang Ayunan. Wilayah perbatasan dengan penjagaan Bentang Ayunan diharapkan bisa dikendalikan keamanan dan ketentramannya.


Dari cerita rakyat Kanci sendiri tidak ada yang tahu persis dimana letak peristirahatan Bentang Ayunan, menurut narasumber sendiri mungkin beliu mukso bersama keluhuran beliau dalam menjalankan perintah gurunya.
Kisah Putri Kanci (Nyi Arum Sari).
          Bentang Ayunan mempunyai adik perempuan yaitu Nyi Mas Arum Sari terkenal akan kecantikannya bahkan sampai terdengar oleh seorang juragan nelayan dari desa sebelah (Waruduwur) namanya adalah Ki Geden Gajah Peminggiran. Kemudian Ki Geden Gajah Peminggiran menghadap kakak Nyi Mas Arum Sari yaitu Bentang Ayunan untuk melamar adiknya, karena kurang cocok hati dan fikiran maka Bentang Ayunan berkonsultasi kepada gurunya untuk menghadapi Gajah Peminggiran. Bentang Ayunan dalam lamaran adiknya meminta emas sekapal yang biasa digunakan dalam mencari ikan dan Gajah Peminggiran pun menyanggupinya. Saking ingin sekali mendapatkan kecantikan Nyi Arum Sari, Gajah Peminggiran datang lagi untuk melamar dengan membawa semua syarat yang diajukan oleh Bentang Ayunan, akan tetapi karena Bentang Ayunan tidak pernah mengharapkan Gajah Peminggiran untuk menjadi adik iparnya maka lamaran itu ditolaknya dengan terang-terangan.
Gajah Peminggiran pun marah dan meminta agar segera bertarung maka terjadilah pertempuran antara Prabu Bentang Ayunan dengan Ki Gajah Peminggiran, dari pertempuran tersebut Prabu Bentang Ayunan mendapat kekalahkan namun belum meninggal dunia. Kemudian Prabu Bentang Ayunan disembuhkan lagi oleh gurunya dengan ajian yang diberiakn dan dilakukan pertempuran kembali, dan akhirnya Ki Gajah Peminggiran pun dapat dikalahkan oleh Prabu Bentang Ayunan. Sementara itu adik beliau Nyi Mas Arum Sari ikut dengan Syaikh Ahmad bin Muhamad pergi ke suatu tempat untuk menenangkan diri dan melanjutkan menyebarkan islam didaerah perbatasan, dan sampai sekarang menurut cerita sejarah makam beliau berada didaerah Cikanci perbatasan antara Kab. Cirebon dengan Kab. Kuningan, sebelum Cilimus berbatasan dengan Caracas tepatnya di Desa Cibuntu. Makamnya terletak diatas bukit pinggir jalan (warga setempat menyebutnya bukit Gajah Ngambung). Sementara itu Prabu Bentang Ayunan/Ki Geden Kanci belum bisa ditemukan makam/jejak beliau ataukah beliau muksa.
         Demikian cerita sejarah yang ada di Desa Cibuntu yakni cerita Petilasan Gajah Ngambung.

Admin

Orang yang ingin memberikan banyak informasi kepada banyak orang. "Sebaik-baik manusia adalah yang memberikan banyak manfaat kepada orang lain."

Jonny Richards

Templateify is a site where you find unique and professional blogger templates, Improve your blog now for free.

Previous Post Next Post