Sejarah Waduk Darma Kuningan Jawa Barat

Sejarah Waduk Darma Kuningan Jawa Barat


Semuanya pasti sudah tahu dengan Waduk Darma, khususnya warga masyarakat Kuningan Jawa Barat pasti sudah tidak asing lagi dengan waduk Darma ini. Waduk yang terletak di Desa Jagara, kec. Darma, Kabupaten Kuningan. Waduk yang memiliki panorama yang begitu indah dan juga menyejukan pikiran, waduk yang sekarang banyak di kunjungi oleh wisatawan dan di jadikan destinasi wisata karna keindahan waduknya dan juga masih alami alamnya.
Waduk Darma adalah sebuah waduk yang terletak di sebelah barat daya dari kota Kuningan, Menempati areal seluas ± 425 ha, dikelilingi oleh bukit dan lembah serta pemandangan yang indah dengan udara yang sejuk. Kapasitas genangan air maksimal ± 39.000.000 m3. Jarak objek wisata ini adalah ± 12 km dari kota Kuningan dan dari ± 37 km dari kota Cirebon .  Waduk Darma juga memiliki kisah legenda atau kisah sejarah dalam pembuatannya.


Inilah kisah sejarah ataupun kisah legenda tentang waduk Darma yang harus anda ketahui.

          Menurut narasi penduduk kurang lebih, terhadap era wali Waduk Darma telah dibuat utk bendungan atau situ yg ukuranya pass pass gede. Awal mula yg membangun Waduk ini ialah Mbah Satori atau Mbah Dalem Cageur & air yg dipakai utk mengairinya berasal dari mata air Cihanyir yg berada pas di tengah Waduk Darma & berasal pundari hulu sungai Cisanggarung.

Konon, maksud dibangunya bendungan atau waduk ini merupakan utk lokasi main-main putranya, Pangeran Gencay & pun buat menyalurkan Hobi dari si Mbah Dalem ialahmemelihara ikan.

Dalam pembuatanya, Mbah Dalem banyak mengerahkan tenaga dari para pasukanya, maka memerlukan jamuan atau sajian yg lumayan tidak sedikit.

Menurut narasi rakyat, utk menanak nasinya saja, Mbah Dalem memanfaatkan suatu bukit yg berada disebelah desa Darma & hingga kini bukit tersebut dikenal bersamasebutan bukit Pangliwetan.

terkecuali itu saja, secon buat menjamu para pekerja hingga sekarang ini pula tetap ada peninggalanya yg berupa seonggokan tanah yg berbentuk Nasi Tumpeng. Anehnya, onggokan tanah tersebut sejak dulu sampai dikala ini tak sempat hilang walaupun berkali-kali digenangi oleh air hujan.

Sesudah Waduk Darma selesai sibangung, Mbah Dalem serta menciptakan satu buah perahu yg terbuat dari papan kayu jati bersama ukuran yg akbar. Maksud dibuatnya perahu itu ialah tak lain buat main anaknya pula si Pangeran Gencay. Siang tengah malam, Pangeran Gencay & para rekanya main-main di Waduk memanfaatkan Perahu tersebut. Di tonton oleh para warga, irama gamelan serta melengkapi suasana kala sang Pangeran main-main. Konon, ruangan para warga memainkan gamelan dikasihnama "Muncul Goong".

Baca juga: 5+ Channel atau Grup Taaruf Di Telegram

Kebahagian Mbah Dalem beserta anaknya Pangeran Gencay tak selamanya berlangsung tepat angan-angan. Kepada satu buah tengah malam, tepatnya terhadap dikala blnpurnama, Pangeran Gencay sedang dengan pengasuhnya yg lagi bersenang-senang menaiki perahu mengalami kecelakaan & kepada hasilnya hilang tenggelam.

Buat mencari anak kesayanganya, Mbah Dalem memerintahkan pasukanya buat menjebol Waduk Darma & tak boleh diari lagi. Sesudah ditemukan, jenazah pangerandiboyong ke sebuah ruang yg seterusnya dikenal bersama nama "Munjul Bangke".

Sumber: mitos-cerita-legenda.blogspot.com
Admin

Orang yang ingin memberikan banyak informasi kepada banyak orang. "Sebaik-baik manusia adalah yang memberikan banyak manfaat kepada orang lain."

Jonny Richards

Templateify is a site where you find unique and professional blogger templates, Improve your blog now for free.

Previous Post Next Post